Latest Posts

Curhat-Semoga Kamu Dapat Jodoh Yang Cantik dan Selalu Sayang Sama Kamu

By 20.17



          Pagi ini keluargaku makan sahur dengan menu soto, ada sambalnya, yang membuat aku jadi tambah semangat. Yeah, aku memang peminat sambel banget, jadi waktu itu aku habiskan sambalnya, sampai Bibiku nggak kebagian. Hehe
          Makanannya hangat. Enak siih. Tapi sebenarnya aku lebih suka makanan dingin biar cepet habis makanannya. Ini gak habis-habis padahal semua keluargaku sudah menungguku menghabiskannya di meja makan, tentunya sambil mengobrol renyah.
          Beberapa saat, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Setelah pintu dibuka, ternyata sepupuku Sihab ingin membeli mie-ibuku punyaa toko kelontong-. Setengah jam lagi imsak, kok dia baru beli mie? Jangan-jangan dia belum sahur? Akhirnya dia dipaksa sahur di rumah kami, karena tadi masih ada sedikit nasi. Daripada makan mie yang banyak minyaknya?
          Dia malu-malu, menunduk sekali saat makan. Sehingga tubuhnya yang jakung jadi melengkung. Jadilah aku makan dengannya. Setelah dia makan, mengucapkan terima kasih, dan keluar begitu saja.
          Ketika semua sudah selesai, aku bersama keluargaku masih duduk-duduk santai. Sekedr info, keluargaku di sini hanya ibu, paman dan bibi yang baru saja menikah dengan paman, jadi belum kenal semua anggota keluarga besar ibu. Tiba-tiba pembicaraan mengarah ke Sihab.
          “Aku tadi lihat Sihab di depan rumahnya Wafa-pamannya Sihab-.”, kata bibi.
          Jadi, Sihab itu belum makan sahur karena rumahnya dikunci sama paman Wafa-panggilanku pada pamannya Sihab-. Sihab itu tinggal di pondok yang deket banget sama rumahnya, kemudian hampir setiap sahur dan buka dia pulang lalu kembali lagi ke pondok. Bibi yang belum tahu bertanya, kenapa nggak tinggal di rumah pamannya aja? Dan jawabannya adalah karena mereka tidak cocok.
          Sihab adalah anak yang terhitung yatim-piatuh sejak dia masih sangat kecil. Aku bilang terhitung karena, kedua ayah-ibunya masih hidup, tapi tak berfungsi sama sekali. Sehingga Sihab diasuh kakek nenknya yang di dalam rumah itu juga ada paman Wafa. Paman Wafa sangat kejam terhadap Sihab. Dia pernah memukuli Sihab. Mmencemooh sering. Terlebih sekarang Paman Wafa punya istrri kecentilan yang...eeeergggh.. Nggak punya perasaan sama sekali. Pada saat dia masih SMP, kakek-neneknya wafat. Dan jadilah dia tinggal dengan pman Wafa untuk beberapa hari, tapi dia tidak kuat.
          Aku tahuSihab anak baik. Baik sekali. Meskipun dengan aku cuek bangeeet, bahkan tak pernah menyapa, bahkan saat aku menyapanya duluan, dia tak merespon. Wah! Keterlaluan! Tapi aku paham, dia hidup tanpa kasih sayang orang tua. Aku berdo’a dalam hati, semoga suatu saat dia mendapat istri cantik dan sangat menyayanginya. Amiiiin..


          Pagi ini keluargaku makan sahur dengan menu soto, ada sambalnya, yang membuat aku jadi tambah semangat. Yeah, aku memang peminat sambel banget, jadi waktu itu aku habiskan sambalnya, sampai Bibiku nggak kebagian. Hehe
          Makanannya hangat. Enak siih. Tapi sebenarnya aku lebih suka makanan dingin biar cepet habis makanannya. Ini gak habis-habis padahal semua keluargaku sudah menungguku menghabiskannya di meja makan, tentunya sambil mengobrol renyah.
          Beberapa saat, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Setelah pintu dibuka, ternyata sepupuku Sihab ingin membeli mie-ibuku punyaa toko kelontong-. Setengah jam lagi imsak, kok dia baru beli mie? Jangan-jangan dia belum sahur? Akhirnya dia dipaksa sahur di rumah kami, karena tadi masih ada sedikit nasi. Daripada makan mie yang banyak minyaknya?
          Dia malu-malu, menunduk sekali saat makan. Sehingga tubuhnya yang jakung jadi melengkung. Jadilah aku makan dengannya. Setelah dia makan, mengucapkan terima kasih, dan keluar begitu saja.
          Ketika semua sudah selesai, aku bersama keluargaku masih duduk-duduk santai. Sekedr info, keluargaku di sini hanya ibu, paman dan bibi yang baru saja menikah dengan paman, jadi belum kenal semua anggota keluarga besar ibu. Tiba-tiba pembicaraan mengarah ke Sihab.
          “Aku tadi lihat Sihab di depan rumahnya Wafa-pamannya Sihab-.”, kata bibi.
          Jadi, Sihab itu belum makan sahur karena rumahnya dikunci sama paman Wafa-panggilanku pada pamannya Sihab-. Sihab itu tinggal di pondok yang deket banget sama rumahnya, kemudian hampir setiap sahur dan buka dia pulang lalu kembali lagi ke pondok. Bibi yang belum tahu bertanya, kenapa nggak tinggal di rumah pamannya aja? Dan jawabannya adalah karena mereka tidak cocok.
          Sihab adalah anak yang terhitung yatim-piatuh sejak dia masih sangat kecil. Aku bilang terhitung karena, kedua ayah-ibunya masih hidup, tapi tak berfungsi sama sekali. Sehingga Sihab diasuh kakek nenknya yang di dalam rumah itu juga ada paman Wafa. Paman Wafa sangat kejam terhadap Sihab. Dia pernah memukuli Sihab. Mmencemooh sering. Terlebih sekarang Paman Wafa punya istrri kecentilan yang...eeeergggh.. Nggak punya perasaan sama sekali. Pada saat dia masih SMP, kakek-neneknya wafat. Dan jadilah dia tinggal dengan pman Wafa untuk beberapa hari, tapi dia tidak kuat.
          Aku tahuSihab anak baik. Baik sekali. Meskipun dengan aku cuek bangeeet, bahkan tak pernah menyapa, bahkan saat aku menyapanya duluan, dia tak merespon. Wah! Keterlaluan! Tapi aku paham, dia hidup tanpa kasih sayang orang tua. Aku berdo’a dalam hati, semoga suatu saat dia mendapat istri cantik dan sangat menyayanginya. Amiiiin..

You Might Also Like

0 komentar